i kinda miss time-warping moments.



hmmmmmmh.
saya sedang merasa kehilangan sosok seorang teman.
well, sebenernya nggak bisa disebut hilang juga sih. karena kita masih ketemu, masih ngobrol, masih SMS.

kalau boleh menjiplak perkataannya dia jaman dulu,

'aku ngerasanya jauuuuuuuuuh banget.
meskipun ngobrol, meskipun SMS,
itu bukan kamu.'

itu yang saya rasakan sekarang.

sebetulnya dia yang di depan saya tentu masihlah dia yang sama.
tapi keadaan-lah yang tidak sama.

kali ini,
sudah tidak pernah lagi muncul pertanyaan 'apa', 'kenapa', atau 'ada apa' darinya.
yang tentu saja membuat saya agak merasa kehilangan.

saya ingin sekali menanamkan pikiran seperti ini di dalam diri saya:
seperti halnya saya terbiasa dengan datangnya
seperti halnya saya terbiasa dengan masuknya
barangkali, saya akan bisa terbiasa dengan perginya

tapi, tetap saja. yang namanya ngomong itu memang gampang.

mungkin keadaan ini muncul karena keegoisan saya.
mungkin karena ketidakfahaman saya. saya yang-dengan-pedenya berkesimpulan bahwa saya mengerti dia.
mungkin karena kesalahan saya. yang barangkali menyalahi kepercayaan yang telah diberikan.

saya tau,
bahwa membangun kepercayaan itu tidak seperti membangun Candi Prambanan.
tidak cukup hanya dalam satu malam.
dan kali ini, mungkin saya harus membangun dari awal. lagi.

maaf ya.

You Might Also Like

0 comment(s)