10 random things about me.
Berkunjung ke akun tumblr teman SMA saya dan membaca posting tentang "11 fascinating facts"-nya dia, saya jadi tergugah (weseh...) untuk menulis fakta tentang saya sendiri.
Bedanya, daripada disebut fascinating, mungkin punya saya lebih pas kalau disebut random.
Well, here are random things about me.
1.
Saya pernah punya haircut kayak Herjunot Ali selama kurang-lebih dua tahun. Kenapa bisa gitu? Sebenernya dulu ceritanya mau nyobain salon di deket rumah. Tapi nggak tau karena faktor apa, entah mbak-mbaknya yang dodol atau memang mereka tidak seprofesional itu untuk membuka sebuah barbershop, hasilnya ancur. Bukan ancur lagi malah, tapi ANCUR BANGET.
Berhubung rambut yang nggak karuan itu pendeknya sebahu, akhirnya dibenahi dan taraaaaaaaa, jadilah saya berpotongan ala Herjunot Ali (tanpa ekornya, tapi). Dan wew, lucu juga ternyata. Meskipun jadinya nggak ada rambut yang bisa dikibaskan ala iklan shampoo. Dan meskipun sampe rumah, keluarga saya pada syok, hehehehe.
Selama dua tahun, tiap nyalon saya pakai model rambut itu terus. Sampai pada akhirnya, ayah saya bilang, "kalau besok potong rambut masih tetep kayak gitu, nggak usah pulang ke rumah!" dan yak, berakhirlah hari-hari saya dengan rambut Junot tersebut, hehehehe.
2.
Tau tengeng kan? Tengeng itu di mana otot leher kita kaku, kram, dan sakit jika digerakkan. Nah, sewaktu naik kelas 2 SMA saya pernah tengeng. Tengeng ini bukan disebabkan karena salah tidur. Awalnya saya sedang nonton TV malem-malem, dan tau-tau leher saya pegel-pegel. Besok paginya ketika bangun, jeng jeeeeeeeeeeeenggg..........................tengeng lah saya.
Tadinya saya pikir, 'Ah ntar juga sembuh'. Tapi yang tidak saya tau adalah, bahwa tengeng ini berlanjut sampai 2 minggu. Padahal itu adalah masa-masa ospek (di SMA saya, namanya HEP -Hakarya Eka Pakci) buat anak baru, di mana saya jadi salah satu panitianya. Jadi sewaktu kami -para panitia- pembekalan dan dibentak-bentak sama senior, disuruh baris, push-up, sit-up, dan berbagai latihan ketahanan fisik lainnya, saya lempeeeeeeengg aja liat depan. Pokoknya kayak robot gedeg banget lah. Naik motor juga nggak bisa nengok-nengok. Hiks. Baru akhirnya tengengnya sembuh setelah priksa ke dokter dan minum obat. Hik hik hik.
3.
Saya suka keju. Saya suka durian. Tapi saya nggak suka keju dan durian yang diolah. Misalnya kayak Trenz. Saya nggak suka krim kejunya. Atau cheese crackers-nya Nissin. Ah saya juga nggak suka itu. Pokoknya kalau sudah diolah menjadi rasa yang berbeda (rasa kejunya beda, maksud saya), saya nggak suka. Saya juga nggak suka permen rasa durian. Es krim durian. Roti isi rasa durian. Tempoyak. Es campur yang ada isinya durian. Nggak sukaaaaaaaaaaa.
4.
Seumur-umur, selama 20 tahun usia saya, saya belum pernah naik kereta. Eh pernah ding, tapi cuma kereta-keretaan di sekaten. Hik hik hik. Iya, saya tau saya ndeso, tapi ini seriusan saya belum pernah naik kereta. Makanya saya bakal seneng banget kalo tau-tau ada yang ngajak jalan-jalan ke mana gitu naik kereta, hahaha.
5.
Berkuliah di kampus swasta, membuat saya lebih banyak punya teman dari luar Jawa. Saya sering banget dikira bukan orang Jawa sama mereka. Apa mungkin gara-gara saya nggak punya kelopak mata ya? Oke, bagian ini terdengar menyeramkan, haha. Maksud saya, saya nggak punya lipatan di kelopak mata bagian atas. Dan katanya, tampang saya bukan tampang orang Jawa. Bwah, coba mereka liat foto saya jaman kecil, barangkali malah mereka ngiranya saya ini keturunan Cina -_____-
6.
Pelor. Nempel langsung molor. Kebiasaan yang (ehem) jelek. Begitu nyium bantal, langsung tidur. Hahahahaha. Begitu ada tempat empuk buat naroh kepala, langsung tidur. Hahahahaha.
7.
Saya bukan movie addict. Makanya saya jarang banget nonton ke bioskop. Kebiasaan saya waktu nonton adalah terbawa suasana film. Pernah suatu kali saya nonton film "I am Legend"-nya Will Smith (eh bener kan ya?), waktu dia dikejar-kejar zombie, saya ikut deg-degan. Atau waktu nonton film "I Know Who Killed Me", waktu tangan si pemeran utama diiris-iris, saya ikutan meringis bayangin sakitnya. Atau waktu nonton "Rumah Dara', ada satu saat di mana saya pengen muntah gara-gara ada sound effect di adegan ngehancurin kepala orang. Bunyinya ibarat 'punching a watermelon', "jress....jress....jreeeeessssss..............." dan saya langsung mual. Hahahaha.
8.
Salah satu cita-cita saya ketika sudah berkeluarga nanti, saya tinggal di rumah yang sederhana. Lebih ke minimalis, maksudnya. Rumahnya nggak harus besar, yang penting bisa buat guling-guling ke sana ke mari, hahahaha. Dan yang paling penting, isi dapurnya harus lengkap. Semua peralatan masak adaa, hehehe. Pengennya sih gitu. Suami saya harus mau ngasih saya dapur kayak gini, hahahahaha.
9.
Saya berkuliah di Universitas Islam Indonesia, Jurusan Teknik Industri. Yah, dulu masuk UII diawali dengan ketidaksengajaan, sih. Sebagai orang asli Jogja, wajar kalau tujuan pertama untuk kuliah adalah Universitas Gajah Mada. Dulu, saya meletakkan UGM pada prioritas pertama. Sewaktu mengikuti UTUL UGM, pilihan jurusan 1 saya adalah Teknik Industri dan pilihan jurusan 2 adalah statistik. Dan yah, well, saya nggak diterima ternyata. Hahahaha. Biasa aja sih, karena toh saya memang waktu itu nggak bisa ngerjain fisikanya (saya memang nggak suka pelajaran fisika). Jadi begitu pengumuman, siangnya saya langsung ke rumah temen deket saya, Anindityo Patmonoaji, minta diajarin fisika. Anin ini diterima UTUL di jurusan Teknik Mesin UGM. Jadi, saya ngisruhi dia sampe SNMPTN juga nggak masalah, hehehe.
Waktu itu pendaftaran untuk SNMPTN bisa dilakukan dengan dua cara: kolektif atau daftar dewe. Berhubung pengen cepet-cepet fokus buat belajar (LAGI), jadi saya langsung daftar sendiri ke sekretariat. Eh ternyata, yang pengen daftar sendiri bukan cuma saya (kalo gitu namanya bukan daftar sendiri, ya). Walhasil, bersama teman-teman seperjuangan saya, Isaisa dan Rikiriki, kami membentuk trio SNMPTN. Kemana-mana bertiga. Ngurus apa-apa bertiga. Makan bertiga. Naik motor juga bertiga (lhoooo?).
Berhubung saya nggak dibolehin kuliah di luar kota, jadilah pilihan saya sewaktu SNMPTN adalah Teknik Industri UGM. Satu-satunya. Saya tidak mengisi bagian pilihan 2 dan 3. Sewaktu itu, kuota UGM untuk SNMPTN hanya 5% dari total kuota yang tersedia, which is berarti, kursi Teknik Industri UGM cuma tinggal 7. Karena itu, kembali saya melakukan rutinitas saat persiapan UTUL UGM dulu. Bangun jam 2 pagi buat belajar (saya cuma bisa belajar kalo pagi-pagi buta), sekalian tahajud dsb. Kemana-mana latihan ngerjain soal. Tanya sana-sini, dan lain-lain.
Pengumuman SNMPTN dijadwalkan pada pukul 00.00 tanggal X (saya lupa tanggalnya). Tapi ternyata pukul 19.00 malam hari sebelum tanggal X, pengumuman tersebut sudah bisa diakses. Dan hasilnya jeng jeeeeeeeeeeeenggg........................... Saya nggak diterima juga.
Perasaan saya waktu itu, biasa aja. Sedih nggak, seneng juga nggak. Saya cuma ngerasa 'Oh yaudah, nggak papa." Sampai saya tidur pun perasaan saya masih seperti itu. Tau-tau, jam 4 pagi, ada telepon masuk. Ternyata dari si Anin. Begitu saya bilang 'Halo?' sambil merem-melek, dia langsung bertanya 'Gimana Fe?' dan entah kenapa saya yang tadinya biasa-biasa aja, saat itu juga tangisan saya pecah. Saya menangis lama sekali di telepon. Kami sama-sama diam, dan saya di ujung sini menangis sangat sangat lama. Nggak ada orang yang tau gimana campur aduknya perasaan saya waktu itu. Nggak ada orang yang tau (kecuali Anin) kalau saya menangis sangat sangat sangat sangat lama sekali karena pengumuman SNMPTN. Bahkan keluarga saya pun tidak. Saya sendiri tidak mengerti kenapa ketika ditanya seperti itu, saya langsung menangis. Yang saya tahu saat itu saya, yah, hanya ingin menangis. Itu saja.
Nah, setelah itu, jadilah saya kuliah di kampus tercinta ini. Hohohoho.
10.
Saya pengen punya kakak. Sebagai anak pertama, saya harus ngemong, memberi contoh yang baik, dsb dsb. Yang mungkin posisi saya tersebut malah membuat saya jadi anak yang paling ndableg dan graoo graoo *apa sih ini -______-* di keluarga. Selama ini, saya selalu pengen punya kakak cowok. Dalam bayangan saya, kakak cowok itu ngemong adek perempuannya, melindungi, dan menjaga. Dan yang paling penting: memanjakan. Hahahaha. Tapi kata temen-temen saya yang punya kakak cowok, ternyata kakak-kakak mereka sering menyebalkan juga -______-
Setelah belanja-belinji selama 2 hari kmaren bersama Tyas dan Mbaknya Tyas, saya jadi pengen punya kakak cewek juga. Barangkali kalau kakak cewek bisa lebih mengerti kita, ya (kan sama-sama cewek). Dan pasti banyak consideration yang bisa diberikan sebagai sesama cewek.
Tapi kalo punya kakak, mungkin saya nanti malah brother/sister complex. Secara, sama temen aja kadang saya bisa 'friend complex' juga. Ahahahahahahaha.
Hmmm. Sebenarnya mungkin random things-nya bukan cuma 10 ya. Tapi saya lupa sih apa aja. Kapan-kapan kalo inget, bakal ada random things #2. Hahahahahaha *apa sih*





3 comment(s)
hahaha
ReplyDeletejadi inget dulu ngajarin kamu fisika fe
mpe aq sendiri stress buat mbuktiin rumus ke kamu
kamu itu ngeyel banget og
haha
tp thanx lho dibilang temen deket
jadi malu :">
hihihi
hahahahaha
ReplyDeletehabisnya fisika itu membingungkan
bukan salahku dong kalo aku nggak bisa :D
heeee
tau quote ini?
"aku mungkin bukan sahabat Rahul,
tapi Rahul sahabatku."
–Anjeli (Kuch Kuch Hota Hai)
hahaha
ReplyDeleteiya juga si
tapi sebenernya fisika itu seru lho
g tau aq
aq taunya ini :
"kejarlah kesempurnaan, maka kesuksesan akan mendatangimu"
-Ranchhodas Shamaldas Chanchad/Phunshuk Wangdu
(3 idiot)