"Kamu pemilih, sih."

Berada di usia yang sudah kepala dua, pastilah sering mendengar kalimat atau pertanyaan ini:
"Kapan lulus?"
"Pacarmu mana?"

Pertanyaan 'kapan lulus' memang jadi sering didengar karena untuk usia sekitar 22 tahun ini, saya berada di semester 8. Which means, untuk mahasiswa di bidang eksak, adalah masa-masa kritis kelulusan tepat waktu.
Pertanyaan 'pacarmu mana', bukan sekedar menanyakan pacarmu-ada-dimana. Melainkan si penanya ingin mengetahui seperti apa pacarmu sehingga bisa memberikan judgement dan pandangan mereka terhadap orang yang diharapkan akan mendampingimu nanti.

Oke, kita skip pertanyaan pertama. Karena laporan KP saya belum selesai. Karena saya belum bisa nge-klik Tugas Akhir gara-gara SKS saya masih kurang satu biji. Karena saya bikin outline buat ngajuin judul TA aja belom. Jadiiiiii, skip dulu ya. Saya butuh persiapan hati dan mental untuk menjawab pertanyaan ini. *pokerface*

Pertanyaan kedua. Sebenernya, ini pertanyaan biasa. Tapi untuk orang-orang yang kenal dekat dengan saya, pasti tau kenapa buat saya ini pertanyaan yang *ehm* luar biasa. I know that people are wondering what it looks like when I have a bf. Karena selama ini mereka ngga pernah liat. Karena selama ini mereka ngga pernah tau. Karena selama ini mereka ngga pernah denger.

Ketika jawaban saya adalah, "He? Belum ada," atau "Pacar yang mana yaaaa...... *trus mlipir*" salah satu tanggapan yang bikin kuping agak panas adalah
"Kamu pemilih, sih."

Ha? HA? Opo?
Emang iya sih, situ ngga ngeliat, ngga tau, dan ngga denger saya pacaran. Emang iya sih, situ ngga ngeliat, ngga tau, dan ngga denger saya punya pasangan. Dan emang saat ini engga, saya ngga punya. Tapi bukan berarti saya ngga pernah deket sama orang yaaaaaaaa. Dan jomblo itu bukan berarti ngga laku. Huhah.

Lagian iya lah pemilih. Emang situ mau kalo punya pasangan yang ternyata pembunuh, rampok, tukang tipu, atau penculik anak? Ngga, kan? Ya makanya emang kita harus pilih-pilih. Pilih orang yang bisa bikin kita jadi orang yang lebih baik. Pilih orang yang rajin sholat, akhlaknya bagus, hormat sama orang tua, dan bisa jaga diri. Kalo cewe, ya kami nyari yang bisa jadi imam kami di dunia untuk mendapatkan akhirat, lah.



Yang penting, selagi kita milih-milih, jangan sampe lupa kita juga harus membekali diri supaya dapat terpilih. Kita juga harus rajin sholat, memperbaiki akhlak, dan sebagainya dan sebagainya, supaya bukan cuma orang yang kita pilih aja yang layak buat kita, tapi kita juga harus layak buat dia.

Yaa, berarti emang kita harus pilih-pilih kan? Kan?

You Might Also Like

0 comment(s)