Review : Libib (Android app.) - Category : Book

Ada yang kenal Libib?

Sedikit cerita ya.

Karena suka banget baca buku, waktu saya TK orang tua saya langganan majalah Bobo untuk di rumah. Tapi karena majalah Bobo tambah lama tambah muahal, akhirnya pas SD kita berhenti langganan. Waktu SD, saya didaftarin di tempat persewaan buku dan komik, dan saya sering banget nyewa komik disitu.

Waktu SMP, ternyata di perpustakaan SMP saya ada banyak novel. WOW. Dari novel Agatha Christie (Hercule Poirot, aku padamu~), Robert Arthur Jr. (Trio Detektif/ The Three Investigators), Enid Blyton (Lima Sekawan), dan baaaaaaanyaaaaaaakkk lagi, termasuk novel dan karya sastra Indonesia -- Ahmad Tohari, NH Dini, Marah Roesli, Hamka, dan lain-lain. Karena di perpustakaan itu pinjemnya gratis dan syaratnya cuma batas hari dan jumlah peminjaman aja, alhasil rajin banget lah saya menyambangi perpustakaan. Buku perpustakaan (buku anggota) saya aja sampai ganti tiga kali, saking banyaknya daftar buku yang dipinjam. Itu pun di luar perpustakaan, saya masih sewa komik juga. Habisnya persewaan komiknya cuma di depan sekolah, jalan kaki nyebrang aja nyampe. Apalah daya saya tidak kuasa menolak panggilan komik yang ngawe-awe. Hihihi.

Waktu SMA, kebetulan temen-temen sekelas saya banyak yang keranjingan teenlit. Itu lho, teenage literature. Bacaan anak remaja, yang isinya cinta-cintaan atau persahabatan. Kalo diterjemahkan ke jaman sekarang, mungkin cerita-cerita dari teenlit itu yang diangkat jadi FTV kali, ya.

Intinya, dulu saya ngga punya uang untuk beli buku. Jadi kalo ngga pinjem, ya nyewa. Karena sekarang sudah berpenghasilan sendiri dan alhamdulillah bisa dialokasikan untuk beli buku, eh jadi ngelunjak. Hahahaha.

Tempat yang paling ngga bisa untuk ditolak adalah toko buku. Mau gimana-gimana juga ngga bisa. Kalo dulu sih ketahan karena ngga punya duit. Kalo sekarang? Udah ngga tertahan jadinya. Atas dasar pemikiran nanti di masa depan mau bikin personal library, jadi ya hasrat beli bukunya diladeni terus.

Kemarin ada yang bilang,

Kecepatan beli sama baca buku itu cepetan belinya. -F

Dan yah, memang bener sih. Tau-tau aja buku di kosan udah numpuk berapa puluh gitu, tapi sebagian belum dibaca sampai sekarang. Di tambah lagi, kalo terlanjur beli buku berseri. Masa' mau ngga beli lanjutannya? Nanggung dong. Hehehe.

Ngomong-ngomong tentang buku berseri, karena banyak beli buku dan belum kebaca, waktu di toko buku sering lupa udah beli yang nomor itu apa belum, yang seri itu udah punya belum ya, jangan-jangan udah ada di kosan. Kadang ngga inget aja gitu. Untungnya sih sampai sekarang belum pernah beli bukunya kedobel. Tapiiiiiiii, kan agak repot juga ya kalo pas bener-bener ngga inget.

Karena kesulitan itu, iseng-iseng saya nyari personal book catalogue di PlayStore. Setelah nyoba install ini dan itu, trus dicoba satu-satu, akhirnya ketemu yang lumayan bagus. Namanya Libib.


Libib ini pada dasarnya adalah cloud cataloging application. Sebenernya ngga cuma aplikasi Android aja sih, Libib juga bisa diakses via web.


Libib (desktop ver.)


Untuk apa sih si Libib ini? Intinya, untuk bikin daftar lah. Mini katalog gitu. Ada 4 kategori yang kita bisa pakai: buku, musik, film, dan games. Si Libib ini akan menghubungkan katalog kita dengan datanya dia yang ada di server. Jadi nanti kita akan dapat info lengkap terkait item tersebut (selama datanya ada, yah. Hehe).

Sebagai contoh, saya pakai Libib untuk cataloging buku.


Bisa pilih satu dari 4 tipe, sesuai keperluan
Plus pilihan library kita mau dibuat public supaya bisa diakses orang lain atau engga



Di bagian atas, ada opsi Barcode dan Manual


Kalau pilih Barcode, kita tinggal scan langsung barcode buku (yang ada ISBN-nya), nanti Libib akan cari datanya di server. Kalau ternyata datanya ada, nanti buku tersebut akan langsung muncul di daftar dalam library kita. Kalau ternyata ngga ada di server, kita tinggal pilih opsi Manual untuk memasukkan datanya secara manual.


Tampilan opsi Barcode.
Barcode scanner-nya sudah nempel di dalam aplikasi, jadi kita ngga perlu install aplikasi scanner secara terpisah



Tampilan opsi Manual
Tinggal masukkan data yang diperlukan. Jangan khawatir, ini minor kok, sebagian besar buku sudah ada datanya di server :D



Jumlah dalam daftar kita juga akan ditampilkan



Ada opsi 'Search' juga lho di atas
Ini nih yang berguna pas lagi di toko buku, 'Bukunya udah punya belum ya. Di kosan udah ada buku ini belum ya.' Hihihi.



Contoh data dari server untuk salah satu buku


Oiyaa. Ada tab 'Feed' juga, semisal kita mau follow daftar punya orang lain. Barangkali inisiatif pinjam-meminjamkan buku bisa dimulai dari sini.


Tab 'Feed'


Yang terakhir, tentu aja tab 'Setting'.


Tab 'Setting'



Web interface


Overall, kalau dipakai untuk bikin library dengan tipe buku, aplikasi ini ngebantu banget untuk orang-orang yang kecepatan belinya lebih cepat daripada kecepatan baca. Hihihi. Ya paling engga, kita punya library list sendiri, yang bisa membantu semisal kita mau lihat item-item serupa (misal : buku tentang self-development yang berkaitan sama yang kubaca kemarin apa yaaa)

Satu hal yang sebetulnya bisa untuk melengkapi, semisal ada reading tracker. Jadi kita bisa nge-track sudah baca buku A sampai mana dan halaman berapa. Daaaaaann, lebih perfect kalau database di server-nya lengkap. Hehehe.

Anywayinterface-nya kece loh. Mirip-mirip Any.do, nyerempet-nyerempet transition di iPhone gitu.

Saya kasih 4 bintang untuk aplikasi ini! :****

You Might Also Like

0 comment(s)