My Psychological Healing Journey #5 : Update MASA KINI & MASA DEPAN



Update Masa Kini

Postingan ini aku tulis di penghujung tahun 2022.

Ada unknown quote yang bilang,
"You're so busy doubting yourself while so many people are intimidated by your potential."
Aku dulu begitu, hehe.

Now. I don't be so hard on myself.
Aku sekarang sayang sama diriku.
Maybe I'm not the best, but I'm good enough. Dan layak untuk nerima kebaikan yang ada di muka bumi.

Lalu, I don't think I can or have to define what 'happiness' is, but now I just feel it.
Jadi kalo ditanya 'bahagia' itu apa, aku ngga bisa jawab. Tapi yang pasti sekarang I'm happy. I feel content.

Emosi-emosi lain tentu aja masih ada, tapi sekarang aku tau cara untuk aku berbahagia. :)

2022, I'm thankful. :*



Masa Depan

Ada beberapa hal yang bikin pandanganku tentang masa depan agak berubah.
  • Bahwa aku ngga perlu ikut timeline orang lain, aku bisa punya timeline sendiri untuk kehidupan
  • Bahwa untuk sayang sama orang lain, aku harus sayang sama diri sendiri
  • Bahwa tujuan hidupku sekarang bukan buat sesuatu yang berwujud materiil (meskipun tetep kita butuh hal materiil untuk menjalani hidup). Sekarang tujuan hidupku adalah menjadi bahagia, membahagiakan diri sendiri sehingga bisa membahagiakan orang lain dan juga bahagia bersama orang lain (Tapi kalo suatu ketika sedih juga gapapa, karena kalo bisa sedih maka kita bisa bahagia. Bahagia ataupun sedih sama-sama perasaan yang valid, yang bisa dirasakan manusia.)
  • Bahwa ketika aku punya anak nanti, aku pengen membesarkan anakku dengan kasih sayang, dan mengajarkan dia untuk mengenal emosi dan kasih sayang, sehingga dia ngga ngerasa bingung dengan dirinya sendiri. Aku ngga mau dia bingung kayak aku :’)
Sekarang aku udah lebih siap. Meskipun prosesku masih berjalan, tapi aku udah lebih siap.
Di penghujung tahun 2022 ini, aku berdoa dengan sungguh-sungguh, untuk bisa menemukan partner dan pasangan yang bisa saling memahami dan melengkapi.

Penting buat aku untuk saling mengkomunikasikan perasaan, seperti apa perasaan yang dirasakan. Apa yang disuka dan ngga disuka. Apa yang bisa diperbaiki, apa yang perlu dikompromikan satu sama lain.

Dan komunikasi ini bukan satu arah, bukan hanya aku yang menyampaikan hal-hal tersebut. Aku berharap pasanganku juga terbuka, suka bercerita, dan mau berkomunikasi dengan baik sehingga kita punya hubungan yang konstruktif.
Aku berharap pasanganku bisa memahami, tapi di saat yang sama aku berharap dia mengijinkan aku untuk memahami dirinya lebih jauh. Aku berharap dia menyampaikan yang dia rasakan, entah seneng, sedih, marah, kecewa, excited, atau apapun.

Penting buat aku untuk diskusi sama-sama, dan mencari solusi sama-sama atas segala permasalahan yang terjadi.

Penting juga buat aku untuk tidak mengecilkan perasaan satu sama lain. Bahwa suatu 'perasaan' dan 'emosi' adalah hal yang valid. And it's okay.

Semoga keutuhan yang aku usahakan ini cukup untuk pasanganku. Entah siapapun dia nantinya. Dan semoga kita bisa sama-sama utuh. :)

You Might Also Like

0 comment(s)